Sesungguhnyakeikhlasan itu mudah rusak, seperti gelas gelas kaca yang mudah pecah apabila terjatuh. Sehingga kita perlu hati hati untuk menjaga agar keikhla
OrangYang Senang Beramal Maupun Bersedekah Dengan Ikhlas Disebut - Sebutkan Mendetail. โ 1. Menurut QS Al-'Ashr ayat 2-3 setiap manusia berada dalam kerugian kecuali - Ilmu Edukasi. Pengertian Ikhlas dalam Islam, Ketahui Cara Penerapan dan Tingkatannya. orang yang beramal secara ikhlas disebut - Brainly.co.id.
Paranormalyang saya sebutkan disini tentu bukan untuk melakukan hal-hal seperti yang tersebut diatas, yang akhirnya mengarahkan dan menjerumuskan manusia ke lubang yang lebih nista dan suram. yang akhirnya merusak nama dan citra paranormal Indonesia yang semakin terpuruk. Keadaan demikian ini tentu saja tidak bisa dibiarkan mengingat
Dilansirdalam buku 'Klasifikasi Shalat Sunnah dan Keutamaannya' oleh Muhammad Ajin, Lc., MA. Berikut 7 keutamaan sholat sunnah yang perlu kita ketahui: 1. Menutupi Kekurangan dalam Sholat Fardhu
. Ikhlas 27 Aug 2018 Ikhlas merupakan amalan hati yang sangat penting. Karena ikhlas menjadi pokok dari agama Islam. Di samping itu ikhlas juga menjadi inti sari dan ruh dari ibadah. Maka amalan ibadah yang sesuai tuntunan Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak akan diterima oleh Allah kecuali apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas. Definisi Ikhlas Secara bahasa Secara bahasa,โฆ read more ยป
Semoga kita bisa menjadi orang yang lebih ikhlas. - Ikhlas menjadi kata yang ditanamkan oleh orang tua atau guru sejak kita masih menjadi anak kecil. Sebab dalam menjalani kehidupan, dibutuhkan rasa ikhlas untuk bisa menerima apapun yang terjadi dalam IkhlasSecara bahasa, pengertian ikhlas artinya membersihkan bersih, jernih, suci dari campuran dan pencemaran, baik berupa materi ataupun immateri. Secara istilah, pengertian ikhlas adalah membersihkan hati supaya menuju kepada Allah semata, dengan kata lain dalam beribadah hati tidak boleh menuju kepada selain Ikhlas mempunyai kaitan erat dengan niat. Karena adanya sifat ikhlas tergantung pada niatnya. Ketika dalam ibadah seseorang berniat hanya karena Allah SWT Lillahitaโala, maka akan muncul sifat ikhlas di dalam hatinya, sebaliknya ketika ada campuran di dalam niatnya seperti agar dipuji, mendapat imbalan, dan lain sebagainya maka tidak akan muncul sifat ikhlas di dalam merupakan keadaan atau sifat yang timbul dari dalam hati manusia yang menggerakan atau mendorongnya untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Maka dari itu, niat menjadi peran penting dalam melaksanakan ibadah, Maka ketika niat mendorong manusia untuk melakukan perbuatan semata-mata karena Allah maka perbutan tersebut dilandasi oleh sifat ketika niat mendorong manusia untuk melakukan perbuatan semata-mata mendekatkan diri kepada Allah, tetapi ditambahkan di dalam hati goresan yang merusak niat mendekatkan diri kepada Allah berharap sesuatu dari makhluk maka amal itu dikatakan lebih ringan dari sebelumnya dan amalya dikatakan keluar dari batas ikhlas dan menjadikan amal yang Ikhlas Menurut Para UlamaDalam mendefinisikan ikhlas, para ulama berbeda redaksi dalam menggambarkanya. Ada yang berpendapat, ikhlas adalah memurnikan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ada pula yang berpendapat, ikhlas adalah mengesakan Allah dalam beribadah kepadaNya. Ada pula yang berpendapat, ikhlas adalah pembersihan dari pamrih kepada Harawi mengatakan โIkhlas ialah, membersihkan amal dari setiap noda.โ Yang lain berkata โSeorang yang ikhlas ialah, seorang yang tidak mencari perhatian di hati manusia dalam rangka memperbaiki hatinya di hadapan Allah, dan tidak suka seandainya manusia sampai memperhatikan amalnya, meskipun hanya seberat biji sawiโ.Abu Ali Fudhail bin IyadhIkhlas adalah meninggalkan amal karena manusia adalah riyaโ. Dan beramal karena manusia adalah syirik. Dan ikhlas ialah, apabila Allah menyelamatkan kamu dari Hudzaifah Al MarโasyiIkhlas ialah, kesesuaian perbuatan seorang hamba antara lahir dan UtsmanIkhlas ialah, melupakan pandangan makhluk, dengan selalu melihat kepada Khaliq Allah.Macam-Macam IkhlasMenurut ulama ikhlas dibagi menjadi dua yaitu1. Keikhlasan Dalam BeramalKeikhlasan beramal adalah pekerjaan yang dilakukan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, menggunakan ihwal-Nya dan menyambut seruan-Nya. Keikhlasan ini ada ketika seseorang hanya murni mempunyai niat untuk mencari ridho diimplementasikan kepada pendidik atau guru maka pendidik harus mempunyai niat awal untuk mencari ridho kepada Allah. Sehingga sifat ikhlas akan sendirinya melekat pada Keikhlasan Mencari mencari pahala adalah keinginan memperoleh manfaat akhirat dengan amal kebajikan. Sehingga seseorang yang melakukan sesuatu berniat untuk mendapatkan pahala di sebut keikhlasan mencari pahala. Lawan dari keikhlasan ini adalah riyaโ. Hal-Hal yang Merusak Ikhlasa. RiyaโLawan dari sikap ikhlas adalah riyaโ. Riyaโ adalah melakukan amal dengan mengharapka imbalan seperti mengharapkan pujian, posisi atau keduduka yang tinggi di masayarakat, tanpa mencari ridha Allah SumโahSumโah adalah menceritakan amal yang sudah dilakukan kepada orang lain dengan tujuan memperoleh kedudukan di masyarakat, sehingga banyak orang yang memberikan perhatian dan keistimewaan pada NifaqNifaq adalah melakukan amal atau perbuatan di depan orang banak dengan tujuan untuk dipuji oleh orang lain. Maka manusia harus berhati-hati dalam melakukan amal atau perbuatan baik agar ikhlas yang sudah tumbuh didalam hatinya tidak KeikhlasanIkhlas sangatlah penting bagi guru dalam mengajar. Seperti yang di gambarkan oleh Ibnu Al-Qayyim bahwa ikhlas sebagai ruh dalam suatu perbuatan, pemandu bagi suatu perbuatan, menjadi pondasi atau dapat memperkuat maupun menghancurkan perbuatan yang sudah dilakukan, karena orang yang melakukan suatu perbuatan tanpa didasarkan dengan niat yang ikhlas, maka akan mendapat hal tersebut, buah dari keikhlasan yang disebutkan oleh Audah al-Awasyiah antara lain adalah 1. Mendapat pertolongan dan dibela oleh Allah swt2. Selamat dari siksa neraka3. Mendapat kedudukan yang tinggi di akhirat4. Allah akan menyelamatkan dari kesesatan di dunia5. Sebab bertambahnya petunjuk6. Dicintai penduduk langit7. Diterima dengan baik di muka bumi8. Akan mendapatkan reputasi nama baik di kalangan manusia9. Dihandarkan dari kesulitan duniawi10. Menjadikan hati tentram dan bahagia11. Menambahkan keimanan di dalam hati sehingga membenci kefasikan dan kemaksiatan12. Allah akan memberikan taufik13. Meninggal dengan husnul khatimah14. Doanya mudah dikabulkan15. Merasakan kenikmatan16. Mendapatkan kesenangan di dalam kubur. Itulah tadi pembahasan tentang ikhlas, semoga artikel ini dapat membuat Anda menjadi orang yang lebih ikhlas dari sebelumnya.
Ada beberapa perkara yang disangka oleh sebagian orang merusak keikhlasan, akan tetapi ternyata tidak merusak keikhlasan. Salah satu perkara tersebut adalah Beramal dalam rangka mencari surga. Sebagian orang terlalu berlebihan dan salah faham tentang keikhlasan. Orang yang beramal sholeh karena mencari surga dinamakan oleh Robiโah al-Adawiyah dengan โPekerja yang burukโ. Ia berkata ู
ูุง ุนูุจูุฏูุชููู ุฎูููููุง ู
ููู ููุงุฑููู ูููุงู ุญูุจููุง ููู ุฌููููุชููู ููุฃููููููู ููุฃูุฌูููุฑู ุงูุณููููุกูุ ุจููู ุนูุจูุฏูุชููู ุญูุจููุง ูููู ููุดูููููุง ุฅูููููู โAku tidaklah menyembahNya karena takut neraka, dan tidak pula karena berharap surgaNya sehingga aku seperti pekerja yang buruk. Akan tetapi aku menyembahNya karena kecintaan dan kerinduan kepadaNyaโ Ihyaaโ Uluum ad-Diin 4/310 Demikian juga Al-Ghozali mensifati orang yang seperti ini dengan orang yang ablah dungu. Ia barkata, ููุงููุนูุงู
ููู ููุฃูุฌููู ุงููุฌููููุฉู ุนูุงู
ููู ููุจูุทููููู ููููุฑูุฌููู ููุงููุฃูุฌูููุฑู ุงูุณููููุกู ููุฏูุฑูุฌูุชููู ุฏูุฑูุฌูุฉู ุงููุจููููู ููุฅูููููู ููููููุงููููุง ุจูุนูู
ููููู ุฅูุฐู ุฃูููุซูุฑู ุฃููููู ุงููุฌููููุฉู ุงููุจููููู ููุฃูู
ููุง ุนูุจูุงุฏูุฉู ุฐูููู ุงููุฃูููุจูุงุจู ููุฅููููููุง ูุงู ุชูุฌูุงููุฒู ุฐูููุฑู ุงูููู ุชูุนูุงููู ููุงููููููุฑู ูููููู ููุฌูู
ูุงูููู โฆ ููููุคููุงูุกู ุฃูุฑูููุนู ุฏูุฑูุฌูุฉู ู
ููู ุงููุงูููุชูููุงุชู ุฅูููู ุงููู
ูููููููุญู ููุงููู
ูุทูุนูููู
ู ููู ุงููุฌููููุฉู โSeseorang yang beramal karena surga maka ia adalah seorang yang beramal karena perut dan kemaluannya, seperti pekerja yang buruk. Dan derajatnya adalah derajat al-balah orang dungu, dan sesungguhnya ia meraih surga dengan amalannya, karena kebanyakan penduduk surga adalah orang dungu. Adapun ibadah orang-orang ulil albab yang cerdas maka tidaklah melewati dzikir kepada Allah dan memikirkan tentang keindahanNyaโฆ.maka mereka lebih tinggi derajatnya dari pada derajatnya orang-orang yang mengharapkan bidadari dan makanan di surgaโ Ihyaa Uluumid Diin 3/375 Tentunya ini adalah pendapat yang keliru. Bisa ditinjau dari beberapa sisi Pertama Allah telah mensifati para nabi dan juga pemimpin kaum mukminin bahwasanya mereka beribadah kepada Allah dalam kondisi takut dan berharap. Allah berfirman ุฃููููุฆููู ุงูููุฐูููู ููุฏูุนูููู ููุจูุชูุบูููู ุฅูููู ุฑูุจููููู
ู ุงููููุณููููุฉู ุฃููููููู
ู ุฃูููุฑูุจู ููููุฑูุฌูููู ุฑูุญูู
ูุชููู ููููุฎูุงููููู ุนูุฐูุงุจููู ุฅูููู ุนูุฐูุงุจู ุฑูุจูููู ููุงูู ู
ูุญูุฐููุฑูุง ูฅูง Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang harus ditakuti. QS Al-Isroo 57 Allah berfirman tentang Ibaadurrohman bahwasanya mereka takut dengan adzab neraka ููุงูููุฐูููู ูููููููููู ุฑูุจููููุง ุงุตูุฑููู ุนููููุง ุนูุฐูุงุจู ุฌููููููู
ู ุฅูููู ุนูุฐูุงุจูููุง ููุงูู ุบูุฑูุงู
ูุง ูฆูฅ Dan orang-orang yang berkata โYa Tuhan Kami, jauhkan azab Jahannam dari Kami, Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekalโ.QS Al-Furqoon 65 Nabi Ibrahim alaihis salaam berkata dalam doanya ููุงุฌูุนูููููู ู
ููู ููุฑูุซูุฉู ุฌููููุฉู ุงููููุนููู
ู ูจูฅููุงุบูููุฑู ูุฃุจูู ุฅูููููู ููุงูู ู
ููู ุงูุถููุงูููููู ูจูฆูููุง ุชูุฎูุฒูููู ููููู
ู ููุจูุนูุซูููู ูจูง Dan Jadikanlah aku Termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan, Dan ampunilah bapakku, karena Sesungguhnya ia adalah Termasuk golongan orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. QS Asy-Syuโaroo 85-87 Allah memuji Nabi Zakariya dan juga Nabi Yahya alaihima as-salam dalam firmanNya ุฅููููููู
ู ููุงูููุง ููุณูุงุฑูุนูููู ููู ุงููุฎูููุฑูุงุชู ููููุฏูุนููููููุง ุฑูุบูุจูุง ููุฑูููุจูุง ููููุงูููุง ููููุง ุฎูุงุดูุนูููู ูฉู Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyuโ kepada kami. QS Al-Anbiyaa 90 Demikian juga Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam terlalu banyak doa-doa beliau meminta surga dan terjauhkan dari neraka. Kedua Bahkan Allah mensifati para ulil albab orang-orang yang berakal dan cerdas bahwasanya mereka takut dengan adzab neraka dan mengharapkan janji Allah. Yang ini jelas bantahan terhadap Al-Ghozali yang menganggap orang yang mengharapkan surga dan takut neraka sebagai orang yang dungu. ุงูููุฐูููู ููุฐูููุฑูููู ุงูููููู ููููุงู
ูุง ููููุนููุฏูุง ููุนูููู ุฌููููุจูููู
ู ููููุชููููููุฑูููู ููู ุฎููููู ุงูุณููู
ูุงููุงุชู ููุงูุฃุฑูุถู ุฑูุจููููุง ู
ูุง ุฎูููููุชู ููุฐูุง ุจูุงุทููุง ุณูุจูุญูุงูููู ููููููุง ุนูุฐูุงุจู ุงููููุงุฑู ูกูฉูกุฑูุจููููุง ุฅูููููู ู
ููู ุชูุฏูุฎููู ุงููููุงุฑู ููููุฏู ุฃูุฎูุฒูููุชููู ููู
ูุง ูููุธููุงููู
ูููู ู
ููู ุฃูููุตูุงุฑู ูกูฉูขุฑูุจููููุง ุฅููููููุง ุณูู
ูุนูููุง ู
ูููุงุฏูููุง ููููุงุฏูู ูููุฅูู
ูุงูู ุฃููู ุขู
ููููุง ุจูุฑูุจููููู
ู ููุขู
ููููุง ุฑูุจููููุง ููุงุบูููุฑู ููููุง ุฐููููุจูููุง ูููููููุฑู ุนููููุง ุณููููุฆูุงุชูููุง ููุชููููููููุง ู
ูุนู ุงูุฃุจูุฑูุงุฑู ูกูฉูฃุฑูุจููููุง ููุขุชูููุง ู
ูุง ููุนูุฏูุชูููุง ุนูููู ุฑูุณููููู ูููุง ุชูุฎูุฒูููุง ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉู ุฅูููููู ูุง ุชูุฎููููู ุงููู
ููุนูุงุฏู ูกูฉูค Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata โYa Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, Maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami mendengar seruan yang menyeru kepada iman, yaitu โBerimanlah kamu kepada Tuhanmuโ, Maka Kamipun beriman. Ya Tuhan Kami, ampunilah bagi Kami dosa-dosa Kami dan hapuskanlah dari Kami kesalahan-kesalahan Kami, dan wafatkanlah Kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhan Kami, berilah Kami apa yang telah Engkau janjikan kepada Kami dengan perantaraan Rasul-rasul Engkau. dan janganlah Engkau hinakan Kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.โ QS Ali Imroon 191-194 Ketiga Setelah Allah menyebutkan tentang kenikmatan-kenikmatan di surga lalu Allah memerintahkan para hambaNya untuk saling berlomba-lomba dalam memperolehnya. ููููู ุฐููููู ููููููุชูููุงููุณู ุงููู
ูุชูููุงููุณูููู ูขูฆ dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. QS Al-Muthoffifin 26 Keempat Terlalu banyak ayat dalam al-Qurโan yang menjelasan tentang nikmat-nikmat surga. Maka jika seseorang tercela mengharapkan kenikmatan surga maka seakan-akan Allah telah menyesatkan hamba-hambaNya dengan mengiming-iming mereka dengan nikmat surga. Demikian juga halnya Allah sering menyebutkan tentang perihnya adzab neraka. Kelima Diantara kenikmatan surga โbahkan yang merupakan puncak kenikmatan- adalah melihat wajah Allah. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam meminta kepada Allah nikmat ini, sebagaimana dalam doanya ููุฃูุณูุฃููููู ููุฐููุฉู ุงููููุธูุฑู ุฅูููู ููุฌููููู ููุงูุดูููููู ุฅูููู ููููุงุฆููู โDan aku memohon keledzatan memandang wajahMu, dan kerinduan untuk bertemu denganMuโ HR An-Nasaai no 1305 dan dishahihkan oleh Al-Albani Orang yang mengaku tidak berharap kenikmatan surga, maka apakah ia tidak ingin melihat wajah Allah?!! Keenam Banyak hadits yang mempersyaratkan โpengharapan ganjaran dari Allahโ pada sebuah amalan. Contohnya sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam ู
ููู ุตูุงู
ู ุฑูู
ูุถูุงูู ุฅูููู
ูุงููุง ููุงุญูุชูุณูุงุจูุง ุบูููุฑู ูููู ู
ูุง ุชูููุฏููู
ู ู
ููู ุฐูููุจููู โBarang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan karena keimanan dan berharap maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah laluโ HR Al-Bukhari no 38 dan Muslim no 760 ู
ููู ุงุชููุจูุนู ุฌูููุงุฒูุฉู ู
ูุณูููู
ู ุฅูููู
ูุงููุง ููุงุญูุชูุณูุงุจูุง ุญูุชููู ููุตููููู ุนูููููููุง ูููููู ููููุฑูุงุทูุ ููู
ููู ุดูููุฏูููุง ุญูุชููู ุชูุฏููููู ูููููู ููููุฑูุงุทูุงูู ู
ููู ุงูุฃูุฌูุฑูุ ูููููู ููุง ุฑูุณููููู ุงูููู ููู
ูุง ุงููููููุฑูุงุทูุงููุ ููุงูู ู
ูุซููู ุงููุฌูุจููููููู ุงููุนูุธูููู
ููููู โBarangsiapa yang mengikuti janazah muslim karena keimanan dan mengharapkan ganjaran dari Allah hingga disholatkan jenazah tersebut maka bagi dia qirot pahala, dan barangsiapa yang menghadiri janazah hingga dikubur maka baginya dua qirot pahalaโ. Maka dikatakan, โWahai Rasulullah, apa itu dua qirot?โ, Nabi berkata, โSeperti dua gunung besarโ HR Al-Bukhari no 47 Al-Khotthoobi berkata ุงุญูุชูุณูุงุจูุง ุฃููู ุนูุฒูููู
ูุฉู ูููููู ุฃููู ููุตูููู
ููู ุนูููู ู
ูุนูููู ุงูุฑููุบูุจูุฉู ููู ุซูููุงุจููู โIhtisaabanโ yaitu azimah tekad maksudnya ia berpuasa karena berharap pahala dari Allahโ Fathul Baari 4/115 Kota Nabi -shallallahu alaihi wa sallam-, 24-10-1433 H / 11 September 2012 M Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
Oleh Dr Syamsul Yakin MA Dalam penggalan hadits yang ditulis oleh Imam Thabrani, Nabi SAW bersabda, โAda tiga hal yang dapat merusak diri sendiri. Pertama, sangat kikir. Kedua, mengikuti kehendak nafsu. Ketiga, kagum terhadap diri sendiri.โ Tentang hal yang pertama, Allah SWT berfirman, โDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.โ QS. al-Israa/17 29. Ayat ini adalah larangan Allah SWT untuk berlaku kikir dan berbuat boros. Kedua perbuatan ini disandingkan Allah dalam satu ayat agar manusia selalu ingat akan keduanya sehingga mengambil jalan tengah yakni hidup sederhana. Allah SWT tegaskan, โSetan menjanjikan menakut-nakuti kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji kikir, sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.โ QS. al-Baqarah/2 268. โDan janganlah sekali-kali orang-orang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa kikir itu baik bagi mereka. Apa yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan di leher mereka pada hari kiamat.โ QS. Ali Imran/3 180. Kedua, perbuatan yang dapat merusak diri sendiri adalah mengikuti kehendak nafsu. โโฆ Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.โ QS. Shaad/38 26. Menurut al-Syaโbi, seperti dikutip Ibnu Qayyim dalam Ashbab al-Takhallaush min al-Hawa, hawa nafsu dinamakan al-hawa karena dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka. Menurut Ibnu Qayyim sendiri, hawa nafsu adalah kecondongan jiwa. Kecondongan jiwa itu bukan hanya kepada yang buruk saja tapi juga pada yang baik. Hal ini seperti yang dikakatan oleh Ibnu Rajab dalam Jamiโ al-Ulum wa al-Hikam. Jadi hawa nafsu atau kecondongan jiwa kepada keburukan saja yang harus dikendalikan. Oleh karena itu hawa nafsu bukan diikuti tapi dikendalikan. Bukan juga dihilangkan. Karena manusia membutuhkannya. Misalnya, hawa nafsu untuk makan, minum, menikah diperlukan untuk keberlangsungan manusia. Ketiga, perbuatan yang dapat merusak diri sendiri adalah bangga diri. Inilah bahaya bangga diri, ujub dan sombong, seperti sabda Nabi SAW, โTidak masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat perasaan sombong kendati hanya sebesar biji sawi.โ HR. Nasaโi. Nabi SAW bersabda, โSeseorang yang menyesali dosanya, maka ia menanti rahmat Allah. Sedang seseorang yang bangga diri, maka ia menanti murka Allah.โ HR. Baihaqi. Allah berfirman, โJanganlah kamu mengatakan dirimu suci โฆโ QS. al-Najm/53 32. Untuk terhindar dari rasa bangga diri, ingatlah senantiasa pesan Allah SWT, โDan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air mani, maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata.โ QS. Yasin/36 77. Begitu juga ayat ini, โKemudian, Kami ciptakan dari setetes air sperma itu menjadi segumpal darah. Lantas, dari segumpal darah itu menjadi segumpal daging. Kemudian, segumpal daging itu menjadi tulang-belulang. Setelah itu, Kami bungkus dengan daging. Akhirnya, Kami bentuk ia sebagai ciptaan Kami yang berbentuk lain. Maha pemberi berkah Allah, Tuhan Yang paling baik ciptaan-Nya.โ QS. al-Muโminun/23 14. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
sebutkan hal yang dapat merusak keikhlasan